Kamis, 27 September 2012

Damai lebih baik

Seseorang itu ketika dia sedang mempunyai masalah, tetapi pada nyatanya masalah itu bukan untuknya, sebaiknya kita pun jangan semudah itu meyakini bahwa itu lah untuknya..

Tetapi, kita tetap harus menanyakan, itu untuk siapa, masalah dengan siapa..

Jika tidak seperti ini, seseorang itu akan langsung berfikiran bahwa itu untuk saya, tidak berfikir panjang dahulu, sehingga terjadilah kesalah pahaman dan kesakitan hati di salah satu pihak.
Dan juga mengakibatkan hubungan sosialisasinya pun akan mengakibatkan, hancur.. Karena awal tadi tidak berfikir panjang dan main ambik keputusan saja..

Dan setelah hancur dan si pelaku ingin meminta maaf kepada korban, korban pun akan marah, membenci kepada pelaku. Dikarenakan adanya kesalahan komunikasi dan kesalah pahaman.

Maka dari itu, sebaiknya lah kita sebagai manusia, usahakan janganlah mudah sekali tersinggung, mudah marah, dan berfikiran pendek.. Dan sebaiknya lah bicarakan baik2 terlebih dahulu dan juga lebih indah dan baik jika masalah itu pun damaikan lah secara baik-baik..:-)

Selasa, 12 Juni 2012

Kekurangan

Aku ini diCiptakan oleh Tuhan
dengan diberikan sebuah kekurangan
maupun kelebihan. Dan aku yakin
aku bisa menghadapi sebuah kekuranga tersebut.
Aku bisa pun, Karena aku belajar dari sebuah
Kekurangan itu sendiri.
Maka dari itu, Hargai, Sayangi, dan Cintailah
Aku Karena KekuranganKu :)

Sahabat

         Ketika aku terlahir aku tahu, Tuhan tidak memberikan banyak kelebihan kepadaku seperti layaknya anak normal. Tetapi melainkan suatu kekurangan. Dan Kekurangan itu tidak sekedar sebuah kekurangan biasa, melainkan parah. Ya, ya itu sebuah penyakit amat sangat parah bagi kehidupan.
         Tapi, aku sangat bersyukur kepada-Nya. Karena walau aku memiliki sebuah Kekurangan, tetapi Kau tetap masih memberikan kesempatan pada hidupku. Yaitu dengan memberikan sebuah pertahanan hidup di dunia ini.
  
          Jujur, ketika aku mengetahun bahwa aku memiliki sebuah penyakit, rasanya itu sangat campur aduk. Aku merasakan sedih, aku menyesal, dan aku pun sangat mudah putus asa untuk menjalankan sebuah kehidupan itu. Karena aku takut, aku takut aku tidak bisa sama seperti layaknya orang normal.
         Tetapi, ketika aku yakin dan ketika banyak orang diluar sana yang selalu memberikan semangat dan tentunya kasih sayang yang amat teramat tulus, akupun menyadari. Aku menyadari bahwa aku itu yakin dan aku pasti dapat menghadapi itu semua. Dan akhirnya pun aku bisa menjalani itu semua, walau sedikitnya pun aku masih tetap memiliki rasa mudah menyerah.

          Suatu ketika, aku bertemu dengan seseorang Teman. Ia itu orang yang amat sangat baik, asik, pengertian, perhatian, bahkan peduli terhadap sesama. Jelas terbukti, ia seperti itu terlihat jelas ketika orang yang sedang membutuhkan ia, dapat menolongnya (membantunya).
Contohnya, ketika aku sedang sakit (kambuh).
         Awalnya, aku takut ketika aku sedang kambuh tidak akan ada orang yang peduli terhadapku ini. Tetapi, itu semua salah! Salah besar! Ternyata, dia, dia temanku itu (bahkan bisa dibilang Sahabat, Kaka, Adik, ataupun Saudara). Dia, ternyata datang kepadaku, untuk menolong atau membatuku. Hingga pada akhirnya pun ketika aku sedang sakit atau pun kambuh, ialah ia orang yang selalu ada untuk membantuku. Dan bahkan kedua orang tuaku pun mengetahui sosoknya dia seperti apa.

           Tetapi, kinni semua harus aku lalui sendiri, sendiri, dan sendiri. Karena, karena dia tak dapat lagi menemani aku disini untuk membantuku. Hm , ya dia harus kembali pulang ke Kota dimasa ia tinggal. Dan aku pun, aku harus bisa belajar untuk tak lagi, (dapat ditolong orang lain), karena ya aku ini sudah cukup dewasa, dan aku pun sudah harus lebih bisa menjadi anak yang mandiri.

            Mungkin, ketika ia harus pergi meninggalkan sebuah kota yang penuh banyak kenangan ini, itu pasti sangat ia sulit tuk dialami, sulit pula untukku, dan baik teman-temanku yang lain, maupun orang yang menyayangi dirinya. Tapi, mau bagaimana lagi? Iyu sudah menjadi takdirnya, takdirku, takdir teman-teman lain, takdir orang tuaku, maupun takdir orang yang menyayanginya.
           Hanya, yang aku harapkan, kelak kau sukses nanti ingatlah dahulu. Sebuah kenangan-kenangan yang indah, yang kita lalui bersama. Dan kau Sahabat, kini hanya Terimakasih yang dapat aku balas atas semua pengorbanan, kebaikkanmu kepadaku. Insyaallah jika umurku panjang kelak nanti, akan ku tunjukkan kepadamu, bahwa aku bisa menjadi layaknya manusia normal (sehat). Dan aku bisa menjadi seseorang yang dapat menyembuhkan sebuah penyakit yang sama teralami olehku. :')

Never Give Up

                      And Keep Smile :)

Tuhan Selalu Ada Untuk Hambanya yang Sedang Mendapatkan Cobaan


Love, your is My Best Friend

Senin, 11 Juni 2012

Wanita tegar

Dia adalah sosok wanita tegar dan kuat
Awalnya dia sempat putus asa, mudah menyerah untuk menghadapi segala sesuatu.

Ketika dia sakit, dia benar-benar sangat yakin bahwa dia tidak dapat lagi bertahan hidup. Dia berfikir bahwa penyakitnya itu akan membunuh nyawa dia. Dalam kegelapan langit dan kesunyian pada malam itu dia berkata

"Aku bukanlah wanita tegar yang dapat menjalani hidup ini!"
"Dan aku sangat benci terhadap hidupku ini."
Dalam sunyi malam itu datanglah sosok lelaki yang tak ia kenal, lalu berkata
"Kau wanita tegar dan kau bisa menghadapi segala sesuatu itu.
Aku yakin engkau makhluk sempurna."
 Setelah itu pun suara kembali hening, dan wanita itu terfikirkan dengan kata-kata yang telah terucap oleh lelaki tadi. Hingga akhirnya ia pun bertanya,
"Kenapa kau berkata seperti itu? Aku ini memang sangat tidak tegar!"
dan lelaki itupun menjawab,
"Karena Tuhan sayang padamu hingga akhirnya kau diberi sebuah cobaan. Dan Tuhan pun ingin tahu sampai manakah makhluknya akan bisa sabar."
Suana pun hening kembali.
Tetapi tidak lama kemudian, lelaki itu berkata sambil meninggalkan wanita itu,
"Kau itu makhluk sempurna, dan sempurna itu tercipta dari sebuah kekurangan bahkan kelebihanmu. Bukan karena sesuatu yang lain. Aku tahu itu berat bagimu, tetapi aku yakin kau dapat mengerti apa maksud itu semua."
Akhirnya pun wanita itu sendiri lagi ketika lelaki itu pergi. Dan ia pun berfikir
"Apakah, aku bisa setegar yang ia katakan? Penyakitku ini tak hanya sekedar penyakit, melainkan penyakit ku ini sangat parah. Hingga nyawa pun pasti kau renggut! Tuhan apakah aku dapat menjalani itu semua?"
" Tuhan jawab tuhan !"
Dengan keadaan menangis dan disertai emosi yang menyebabkan ia tak sadarkan diri.

Pada esok harinya, ia tepatnya sudah ada dikamar yang ia tempati. Ketika ia bangun, ia pun menuju suatu cermin, dan ia pun bercermin dan dengan mengatakan.
"Aku tahu, akulah wanita tegar dan kuat!" (sambil mengenakan busana muslim)
"Aku yakin Tuhan Maha Adil, Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang sedang mendapatkan kesusahan."
Kini ia pun sudah mengenakan sebuah pakaian muslim. Dan setelah ia menyadari bahwa Tuhan itu adil dan sayang padanya. Ia pun berubah menjadi sebuah Wanita tegar dan kuat. Walau dibalik semua banyak sekali kekurangan yang ia dapatkan.