Ketika aku terlahir aku tahu, Tuhan tidak memberikan banyak kelebihan kepadaku seperti layaknya anak normal. Tetapi melainkan suatu
kekurangan. Dan Kekurangan itu tidak sekedar sebuah kekurangan biasa, melainkan parah. Ya, ya itu sebuah penyakit amat sangat parah bagi kehidupan.
Tapi, aku sangat bersyukur kepada-Nya. Karena walau aku memiliki sebuah Kekurangan, tetapi Kau tetap masih memberikan kesempatan pada hidupku. Yaitu dengan memberikan sebuah pertahanan hidup di dunia ini.
Jujur, ketika aku mengetahun bahwa aku memiliki sebuah penyakit, rasanya itu sangat campur aduk. Aku merasakan sedih, aku menyesal, dan aku pun sangat mudah putus asa untuk menjalankan sebuah kehidupan itu. Karena aku takut, aku takut aku tidak bisa sama seperti layaknya orang normal.
Tetapi, ketika aku yakin dan ketika banyak orang diluar sana yang selalu memberikan semangat dan tentunya kasih sayang yang amat teramat tulus, akupun menyadari. Aku menyadari bahwa aku itu yakin dan aku pasti dapat menghadapi itu semua. Dan akhirnya pun aku bisa menjalani itu semua, walau sedikitnya pun aku masih tetap memiliki rasa mudah menyerah.
Suatu ketika, aku bertemu dengan seseorang Teman. Ia itu orang yang amat sangat baik, asik, pengertian, perhatian, bahkan peduli terhadap sesama. Jelas terbukti, ia seperti itu terlihat jelas ketika orang yang sedang membutuhkan ia, dapat menolongnya (membantunya).
Contohnya, ketika aku sedang sakit (kambuh).
Awalnya, aku takut ketika aku sedang kambuh tidak akan ada orang yang peduli terhadapku ini. Tetapi, itu semua salah! Salah besar! Ternyata, dia, dia temanku itu (bahkan bisa dibilang Sahabat, Kaka, Adik, ataupun Saudara). Dia, ternyata datang kepadaku, untuk menolong atau membatuku. Hingga pada akhirnya pun ketika aku sedang sakit atau pun kambuh, ialah ia orang yang selalu ada untuk membantuku. Dan bahkan kedua orang tuaku pun mengetahui sosoknya dia seperti apa.
Tetapi, kinni semua harus aku lalui sendiri, sendiri, dan sendiri. Karena, karena dia tak dapat lagi menemani aku disini untuk membantuku. Hm , ya dia harus kembali pulang ke Kota dimasa ia tinggal. Dan aku pun, aku harus bisa belajar untuk tak lagi, (dapat ditolong orang lain), karena ya aku ini sudah cukup dewasa, dan aku pun sudah harus lebih bisa menjadi anak yang mandiri.
Mungkin, ketika ia harus pergi meninggalkan sebuah kota yang penuh banyak kenangan ini, itu pasti sangat ia sulit tuk dialami, sulit pula untukku, dan baik teman-temanku yang lain, maupun orang yang menyayangi dirinya. Tapi, mau bagaimana lagi? Iyu sudah menjadi takdirnya, takdirku, takdir teman-teman lain, takdir orang tuaku, maupun takdir orang yang menyayanginya.
Hanya, yang aku harapkan, kelak kau sukses nanti ingatlah dahulu. Sebuah kenangan-kenangan yang indah, yang kita lalui bersama. Dan kau
Sahabat, kini hanya
Terimakasih yang dapat aku balas atas semua pengorbanan, kebaikkanmu kepadaku. Insyaallah jika umurku panjang kelak nanti, akan ku tunjukkan kepadamu, bahwa aku bisa menjadi layaknya manusia normal (sehat). Dan aku bisa menjadi seseorang yang dapat menyembuhkan sebuah penyakit yang sama teralami olehku. :')
Never Give Up
And Keep Smile :)
Tuhan Selalu Ada Untuk Hambanya yang Sedang Mendapatkan Cobaan
Love, your is My Best Friend