Awalnya perasaan ini sungguh digantung dengan mu.
Dalam pikiran tak pernah terniat untuk berbicara.
Namun, ntah siapa yang berbisik ku harus rela, dan berani untuk berbicara.
Sempat heran apa yang harus dikatakan.
Namun ntah mengapa pula kemampuan otak untuk berkata pun muncul:-(
Ku katakan semua yang ada dalam hati dan pikiran, ku sampaikan semua yang ku ingin berikan.
Namun..
Mulutmu yang biasa hanya diam seribu bahasa akhirnya pun kau menjawab.
"Maafin aku ngga bisa menjadi yg terbaik buat mu maaf"
Kini ku mengerti, ku paham, apa maksudnya selama ini. Ku tahu kenapa.
Ya mungkin itu lah yang selalu ku harapkan. Seolah-olah ku terlalu berharap untuk mendapatkanmu. Namun kau tidak..
Terimakasih banyak, Tuhan berikan jawaban hanya pada mulutmu langsung. Mungkin Tuhan belum mengizinkanku untuk memiliki seseorang yang sudah setia menunggumu. Tapi Tuhan selalu merencanakan yang lain di balik ini..
Terimakasih kamu. Semoga kita selalu diberikan yang terbaik. Sehat dan selamat dunia akhirat. Assalamu'alaikum a..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar